Hidup adalah pilihan. Disaat kita sudah yakin memilih salah satu diantara 2 bahkan lebih pilihan, disitulah harus siap menerima segala konsekuensinya. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Akhir-akhir ini aku mendapat pelajaran hidup yang amat berharga, yang membuatku tersadar bahwa ketika sepasang kekasih memutuskan untuk menyempurnakan agamanya berarti mereka telah siap menghadapi problematika pernikahan. Menikah tidaklah semudah dan seindah yang dibayangkan.
Ketika dua insan yang berbeda (lelaki yang lebih dominan menggunakan logika dan perempuan dengan perasaannya) disatukan, harus menyamakan misi dan visi, siap menerima segala kekurangan dan kelebihan satu sama lain, dan mendekatkan diri kepada sang Khaliq. Dengang harapan terus bersama sampai maut memisahkan. Tidak hanya kata cinta dan kata manis saja yang dibutuhkan tapi ia yang bisa membimbing kita menuju syurgaNya. Menikah yang hanya berlandaskan cinta dan kurang paham agama, kemungkinan besar akan oleng dan bahkan kemungkinan akan hancur, na'udzubillahimindzalik.
Lalu apa jadinya jika sampai salah pilih? siapa yang mau disalahkan?
Apalagi itu pilihan sendiri, pasti amatlah rumit yang akan membuat diri tertekan dan memendam masalahnya sendiri. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan muncul rasa kecewa dan menyesal. Maka dari itu yang terpenting dalam hal memilih adalah agama. Lihatlah bagaimana hubungannya dengan sang Khaliq, bagaimana hubunganny dengan keluarga, orang lain dan bagaimana hubungannya dengan hewan serta tumbuhan, apakah sudah baik?
Bukannya pemilih, tapi untuk masalah mencari partner dalam menyempurnakan agama memang harus pilih-pilih tidak boleh asal-asalan. Karena menikah bukan untuk main-main, harapannya menikah sekali seumur hidup. Maka dari itu jangan sampai salah pilih, lebih baik terlambat menikah dengan orang yang tepat daripada segera menikah dengan orang yang salah. Tapi aku percaya dan selalu yakin bahwa Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk hambaNya, Ia akan menberikan yang terbaik disaat yang tepat. Sebagai hambaNya kita hanya bisa bersabar, berusaha, berdoa dan terus memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar