Kau tampakkan paras cantikmu
Mataku pun terpana melihatmu
Dalam hati, ku bergumam "Ma syaa allah"
Sungguh indahnya pemandangan ini
Banyaknya pujian tak henti ku lontarkan
Entah mengapa rasanya sangat bahagia
Melihat langit yang diselimuti awan
Seolah-olah mengajakku
Melihat masa depan yang cerah
Meski tak selamanya langit itu biru
Ada kalanya abu gelap mengerikan
Sama halnya dengan kehidupan
Tidak selamanya hidup kan bahagia
Bahagia bila tak ada duka pun jadi hampa
Bukankah begitu?
Bayangkan saja kalau hidup hanya bahagia
Tanpa ada duka yang membersamai
Hidup akan monoton
Kalau bahagia, jangan berlebihan
Pun kala berduka
Sewajarnya saja
Hidup ini saling melengkapi
Suka duka itu sudah biasa
Namanya juga dinamika kehidupan
Teruntuk langit cerahku
Tetaplah menjadi langit favoritku
Hadirmu yang selalu ku rindu
Hingga tiba saatnya kita bersatu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar